Senin, 11 April 2011

DDTK Penyuluh

Tanggal 18 sampai dengan 21 April besok serentak di dua kota (Kota Bandung dan Kota Bekasi) Balai Diklat Keagamaan Bandung atas permintaan dari Kementerian Agama Kota zetempat akan meyelenggarakan Diklat Di Tempat kerja bagi rekan-rekan para Tenaga Fungsional Penyuluh Agama. Widyaiswara yang akan mengisi di Kota Bekasi adalah Drs. H. Ahmad Musodik, MM dan Drs. Ramin, M.Ag. Sementara itu di Kota Bandung insya Allah akan hadir Bunda Ai Choeriyah dan Firman Nugraha.
Materi yang akan disajikan antara lain Penyusunan Karya Tulis Ilmiah bagi Penyuluh Agama dan Penghitungan Angka Kredit bagi tenaga Penyuluh. Pada dasarnya materi tersebut dapat diubah sesuai dengan kebutuhan para Penyuluh Agama di daerah. Harapannya melalui kegiatan serupa dapat dijalin silaturahmi yang positif disamping sebagai sarana saling berbagi informasi antar penyuluh maupun penyuluh dengan widyaiswara.


Selasa, 05 April 2011

Penyusunan Rencana Kerja Operasional PA

Merencanakan sesuatu tidaklah berarti mendahului kehendak Allah, demikian sementara komentar teman-teman penyuluh dalam kesempatan diklat. Konsep demikian menguatkan salahsatu rincian tugas seorang Penyuluh Agama dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya memberikan penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama. Modul ini diharapkan memberikan gambaran awal mengenai perencanaan kegiatan penyuluh agama pada level operasional. Silahkan kilik disini untuk mengunduhnya.

Senin, 04 April 2011

Color and Culture

Allah telah menyatakan bahwa di balik penciptaan makhluknya yang beraneka ragam (demikian pula halnya manusia) tersimpan suatu hal yang patut direnungkan dan memberikan pelajaran tersendiri bagi manusia. Buku elektronik ini memberikan sekelumit penjelasan kepada kita bagaimana memahami aneka warna kehidupan beserta ragam budayanya yang unik. Klik disini untuk mengunduhnya.

Change Mind Set

Saudara, kita tentu sering membaca atau mendegar suatu ungkapan yang bersumber kepada Kitab Suci kita Al Quran, yakni Allah tidaklah akan merubah keadaan suatu kaum melainkan kaum itu sendiri yang mengusahakan perubahan itu.
E book berikut dapat menjembatani kita untuk lebih mawas dan mengimplementasikan konsep perubahan di maksud. klik disini untuk mengunduhnya.

Dialog Islam dengan karifan lokal di Pasundan

oleh Firman Nugraha

Selalu ada yang menarik untuk diperhatikan tentang bagaimana mengimplentasikan jargon bahwa Islam shalih li kulli jaman wa al makan (islam selalu relevan dan aktual untuk setiap ruang waktu dan tampat) atau wa ma arsalnaka rahmatan lil ‘alamin (tidaklah aku diutus melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam). Jargon-jargon ini menegaskan sisi universalitas Islam sebagai sebuah doktrin agama tentunya yang keberlakuannya melintasi batas-batas waktu serta teritorial, tentu yang dimaksud bukan hanya relevan untuk tanah kelahiran Islam itu sendiri yakni Arab tapi juga dimanapun dan kapanpun. Inilah salah satu makna yang dapat ditarik bahwa islam sebagai agama yang diperuntukan untuk semuanya.

Minggu, 03 April 2011

DDTK untuk DJJ

Terhitung mulai hari ini 4 April sampai dengan besok 5 April 2011, sejumlah widyaiswara Balai diklat Keagamaan Bandung mengikuti pelatihan di tempat kerja untuk materi teknis persiapan penyelenggaraan DJJ berbasis e learning. dalam kesempatan ini hadir sebagai narasumber adalah Pak Hasan Habibi dari Pustekom Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta.


Kamis, 31 Maret 2011

Administrasi Masjid

Administrasi menurut makna asalnya dapat dilihat dari dua bahasa. Dalam konteks Inggris, administrasi maknanya senafas dengan manajemen. sedangkan dalam konteks Belanda administrasi dimaknai sebagai surat menyurat. Administrasi masjid dalam tulisan ini merujuk kepada pendekatan konteks Belanda tersebut. Masjid dalam konteks kemodernan telah menjelma sebagai institusi sosial keagamaan yang pengelolaanya memerlukan pendekatan manajerial. Dan persuratan, merupakan bagian dari aktivitas manajerial dalam pengelolaan masjid. Klik disini untuk mengunduhnya.

Senin, 28 Februari 2011

Penyuluhan Agama pada Generasi Muda

Salah satu sasaran kegiatan penyuluhan agama dan pembangunan adalah para generasi muda. Mereka memiliki karakteristik tersendiri sebagai objek penyuluhan. Oleh karenanya kita sebagai para tenaga peyuluh meskipun serba sedikit penting untuk mengetahui karakter dasar tersebut.
Modul berikut kiranya dapat menjadi bahan dasar bagi para tenaga penyuluh untuk kemudian lebih mendalami dan memperluas wawasan dari sumber lainnya. Silahkan klik disini untuk mengunduhnya.

Rabu, 23 Februari 2011

Info diklat

Buat teman-teman para penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama Kantor Wilayah Propinsi Jawa Barat. Setelah pada tahun 2010 kemarin kita belum berkesempatan mengikuti diklat bagi tenaga fungsional penyuluh agama secara reguler, melainkan hanya melalui kegiatan Diklat di Tempat Kerja (DDTK). DDTK itupun dengan fokus wilayah terbatas antara lain Kamenag Kab. Cianjur, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Indramayu, Kota Bekasi. Maka pada tahun ini kita mendapat peluang untuk mengakses diklat PA reguler sebanyak enam angkatan disamping kegiatan DDTK yang tetap dilanjutkan bagi daerah yang belum tersentuh. Jadwal lebih lanjut dapat dikonfirmasi ke Balai Diklat Keagamaan Bandung, atau silahkan anda menghubungi account ini. Disamping diklat konvensional tersebut, tahun 2011 ini juga diagendakan satu angkatan untuk dilaksanakan Diklat Jarak Jauh berbasis online (e learning) bagi tenaga Penyuluh.

Rabu, 12 Januari 2011

Teknik Identifikasi Kebutuhan Sasaran Penyuluhan Agama

Melaksanakan tugas kepenyuluhan dalam konteks pemerintah sungguh jauh berbeda harapannya dengan pelaksanaan fungsi sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat. Satu hal yang penting adalah adanya suatu kegiatan analisis kebutuhan sasaran penyuluhan. Sederhananya kegiatan ini dimulai dari suatu tindakan perencanaan dan yang paling mendasar adalah memahami kebutuhan sasaran tersebut.
Sepanjang pengetahuan penulis, masih terdapat dalam prosentase tertentu bahwa kegiatan penyuluhan masih memerankan fungsi sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat ansich. Asumsi penulis boleh jadi hal ini terjadi karena adanya keterputusan informasi mengenai tupoksi sesungguhnya yang dikuasai oleh tenaga penyuluh. Maka diharapkan dengan adanya pedoman ini dapat membantu teman-teman penyuluh dalam melaksanakan tupoksinya minimal mendekati tujuan yang diharapkan dalam sisi kepemerintahan.
Silahkan klik disini untuk mengunduhnya...

Selasa, 16 November 2010

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH AGAMA ISLAM

Petunjuk teknis pelaksanaan tugas menjadi penting adanya dalam rangka meminimalkan perbedaan pemahaman dalam penunaian tugas. Demikian pula halnya dengan pelaksanaan Tupoksi seorang penyuluh agama. Pedoman berikut kiranya dapat membantu para tenaga penyuluh agama untuk lebih memahami hal-hal yang berkaitan dengan tupoksinya. Klik disini untuk mengunduhnya.

Senin, 18 Oktober 2010

FUNGSI MESJID RAYA CIROMED SUMEDANG DALAM PERUBAHAN SOSIAL

oleh Firman Nugraha

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Merujuk Max Weber (1864 – 1920), agama berjasa melahirkan perubahan sosial yang paling spektakuler dalam sejarah peradaban manusia. Pernyataan Weber ini dalam konteks Islam sangat relevan. Islam semenjak di syi’arkan oleh Nabi Muhammad mendapat pengakuan yang mendunia telah mampu membawa perubahan dalam konteks sosial umat manusia dalam sejarah peradabannya. Dalam hal ini misalnya Michael Hart menempatkan Muhammad sebagai sosok nomor satu dalam tokoh yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Minggu, 04 Juli 2010

Analisis Semantik terhadap Konsep Nisaa dalam al Quran

Pendahuluan
Al Quran secara khusus berbicara tentang wanita, dan menggunakannya sebagai tema sentral bahasan dalam sebuah surat. Hal ini menunjukan perhatiannya yang notabene menjadikan Islam sebagai agama yang tidak hanya menampilkan maskulinitas dalam ajarannya. Akan tetapi juga bukan berarti Islam dengan rujukan sentralnya al Quran sekaligus sebagai ajaran yang feminin. Adanya ungkapan-ungkapan dan penjelasan tentang wanita, dalam hal ini lebih memperlihatkan suatu upaya mendudukan suatu perkara secara proporsional.