Senin, 28 Februari 2011

Penyuluhan Agama pada Generasi Muda

Salah satu sasaran kegiatan penyuluhan agama dan pembangunan adalah para generasi muda. Mereka memiliki karakteristik tersendiri sebagai objek penyuluhan. Oleh karenanya kita sebagai para tenaga peyuluh meskipun serba sedikit penting untuk mengetahui karakter dasar tersebut.
Modul berikut kiranya dapat menjadi bahan dasar bagi para tenaga penyuluh untuk kemudian lebih mendalami dan memperluas wawasan dari sumber lainnya. Silahkan klik disini untuk mengunduhnya.

Rabu, 23 Februari 2011

Info diklat

Buat teman-teman para penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama Kantor Wilayah Propinsi Jawa Barat. Setelah pada tahun 2010 kemarin kita belum berkesempatan mengikuti diklat bagi tenaga fungsional penyuluh agama secara reguler, melainkan hanya melalui kegiatan Diklat di Tempat Kerja (DDTK). DDTK itupun dengan fokus wilayah terbatas antara lain Kamenag Kab. Cianjur, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Indramayu, Kota Bekasi. Maka pada tahun ini kita mendapat peluang untuk mengakses diklat PA reguler sebanyak enam angkatan disamping kegiatan DDTK yang tetap dilanjutkan bagi daerah yang belum tersentuh. Jadwal lebih lanjut dapat dikonfirmasi ke Balai Diklat Keagamaan Bandung, atau silahkan anda menghubungi account ini. Disamping diklat konvensional tersebut, tahun 2011 ini juga diagendakan satu angkatan untuk dilaksanakan Diklat Jarak Jauh berbasis online (e learning) bagi tenaga Penyuluh.

Rabu, 12 Januari 2011

Teknik Identifikasi Kebutuhan Sasaran Penyuluhan Agama

Melaksanakan tugas kepenyuluhan dalam konteks pemerintah sungguh jauh berbeda harapannya dengan pelaksanaan fungsi sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat. Satu hal yang penting adalah adanya suatu kegiatan analisis kebutuhan sasaran penyuluhan. Sederhananya kegiatan ini dimulai dari suatu tindakan perencanaan dan yang paling mendasar adalah memahami kebutuhan sasaran tersebut.
Sepanjang pengetahuan penulis, masih terdapat dalam prosentase tertentu bahwa kegiatan penyuluhan masih memerankan fungsi sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat ansich. Asumsi penulis boleh jadi hal ini terjadi karena adanya keterputusan informasi mengenai tupoksi sesungguhnya yang dikuasai oleh tenaga penyuluh. Maka diharapkan dengan adanya pedoman ini dapat membantu teman-teman penyuluh dalam melaksanakan tupoksinya minimal mendekati tujuan yang diharapkan dalam sisi kepemerintahan.
Silahkan klik disini untuk mengunduhnya...

Selasa, 16 November 2010

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH AGAMA ISLAM

Petunjuk teknis pelaksanaan tugas menjadi penting adanya dalam rangka meminimalkan perbedaan pemahaman dalam penunaian tugas. Demikian pula halnya dengan pelaksanaan Tupoksi seorang penyuluh agama. Pedoman berikut kiranya dapat membantu para tenaga penyuluh agama untuk lebih memahami hal-hal yang berkaitan dengan tupoksinya. Klik disini untuk mengunduhnya.

Senin, 18 Oktober 2010

FUNGSI MESJID RAYA CIROMED SUMEDANG DALAM PERUBAHAN SOSIAL

oleh Firman Nugraha

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Merujuk Max Weber (1864 – 1920), agama berjasa melahirkan perubahan sosial yang paling spektakuler dalam sejarah peradaban manusia. Pernyataan Weber ini dalam konteks Islam sangat relevan. Islam semenjak di syi’arkan oleh Nabi Muhammad mendapat pengakuan yang mendunia telah mampu membawa perubahan dalam konteks sosial umat manusia dalam sejarah peradabannya. Dalam hal ini misalnya Michael Hart menempatkan Muhammad sebagai sosok nomor satu dalam tokoh yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Minggu, 04 Juli 2010

Analisis Semantik terhadap Konsep Nisaa dalam al Quran

Pendahuluan
Al Quran secara khusus berbicara tentang wanita, dan menggunakannya sebagai tema sentral bahasan dalam sebuah surat. Hal ini menunjukan perhatiannya yang notabene menjadikan Islam sebagai agama yang tidak hanya menampilkan maskulinitas dalam ajarannya. Akan tetapi juga bukan berarti Islam dengan rujukan sentralnya al Quran sekaligus sebagai ajaran yang feminin. Adanya ungkapan-ungkapan dan penjelasan tentang wanita, dalam hal ini lebih memperlihatkan suatu upaya mendudukan suatu perkara secara proporsional.

Senin, 14 Juni 2010

Psikologi Penyuluhan Agama

oleh Firman Nugraha

A. Pendahuluan
Kegiatan penyuluhan agama sesungguhnya merupakan pekerjaan yang berat jika kita sadari betapa untuk mengajak manusia yang multi dimensi ini menuju pada satu titik kesepahaman bersama, terhambat oleh kenyataan itu sendiri bahwa manusia yang menjadi objek atau sasaran penyuluhan ternyata terdiri dari beragam dimensi. Manusia secara kasar terbangun dari unsur fisik dan psikis, lain dari itu secara psikis ini terhimpun pula dari beragam unsur batiniah lainnya seperti pikiran dan perasaan.

Selasa, 04 Mei 2010

KEPEMIMPINAN KYAI DI PESANTREN (bagian ahir)



B. Kepemimpinan Islam
1. Dasar dan Pengertian Kepemimpinan dalam Islam

Kepemimpinan dalam Islam secara historis dapat dilacak sampai sejak Islam didakwahkan oleh Nabi Muhammad. Beliau memimpin umat baik dalam persoalan agama maupun keduniaan. Senada dengan itu. Nawawi yang menjelaskan bahwa dalam Islam, kepemimpinan memiliki pengertian ganda. Yaitu kepemimpinan dalam dimensi spiritual dan empiris. Kepemimpinan dengan pengertian spiritual ini merupakan pengejawantahan dari semangat al Quran. Misalnya, QS. Al Baqarah: 30,

Senin, 12 April 2010

KEPEMIMPINAN KYAI DI PESANTREN (bagian pertama)


KERANGKA EFISTEMOLOGI KEPEMIMPINAN DALAM PESANTREN
A. Pendahuluan
Dalam sebuah organisasi, pelaksanaan tugas-tugas oleh pekerja terpangaruhi oleh kepemimpinan seorang pemimpin. Kepemimpinan yang lemah dapat dipastikan menghambat dalam operasional kegiatan, dan sebaliknya kepemimpinan yang kuat mendongkrak prestasi bawahan serta kegiatan dalam pencapaian tujuan. Kepemimpinan yang baik menciptakan iklim yang kondusif tercapainya tujuan bersama.
Kepemimpinan merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin dalam memimpin suatu kelompok, baik terorganisasi maupun tidak. Peranannya sangat penting, mengingat pemimpin adalah sentral figur dalam kelompok tersebut. Pemimpin menjadi barometer keberhasilan kelompok dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemberian motivasi, pengawasan sehingga tercapainya tujuan-tujuan bersama dalam kelompok tersebut.

Minggu, 14 Maret 2010

Wawasan Multikultural dalam penyuluhan agama


Oleh Firman Nugraha

Latar Belakang: Tantangan Beragama Di Era Global
Ada kekhawatiran dan kecemasan bahwa dominasi arus budaya global saat ini yang dinilai cenderung negatif, tidak mengindahkan nilai-nilai suci agama dan nilai-nilai luhur spiritual, melanda berbagai tatanan kehidupan termasuk Indonesia. Kekhawatiran dan kecemasan itu cukup beralasan, dan telah terbukti dampak yang ditimbulkannya, antara lain pada ruang privat keagamaan. Walaupun secara lahiriah tampak adanya perkembangan, namun bobot spiritualitasnya (iman dan amal saleh) cenderung dilemahkan, “disilaukan” oleh gemerlap kesenangan duniawi yang disebarkan oleh arus budaya global.

Selasa, 20 Oktober 2009

Masjid dan Dakwah

oleh Firman Nugraha

PENDAHULUAN
A. Islam Agama Dakwah
Islam adalah agama dakwah[1], dan karena dakwah pula maka pada masa keemasan klasik Islam telah menunjukan prestasi yang gemilang untuk dapat menyebar ke seantero pelosok bumi yang hanya dalam tempo yang singkat untuk ukuran peradaban manusia di muka bumi
[2]. Pertanyaan sederhana yang muncul adalah, apa yang mendukung keberhasilan dakwah islam dewasa itu? Ismail R. Al Faruqi[3] menjelaskan adanya beberapa faktor penting yang mendasarinya. Pertama, Umat Islam saat itu (masa rasul, sahabat maupun tabi’in) meyakini bahwa dakwah adalah perintah Allah (kewajiban agama). 


Kamis, 13 Agustus 2009

POLA REKRUTMEN PENGELOLA MASJID

o

A. oleh Firman Nugraha

LATAR BELAKANG
Konsep pemberdayaan mesjid, salah satu penjelasannya adalah bagaimana cara memberdayakan para pengelola mesjid itu sendiri. Sebab, sebagai suatu institusi yang dikelola dengan melibatkan banyak hal maka mau tidak mau di dalamnya mesti berlaku prinsip-prinsip manajemen. Hal yang paling mendasar dalam konsep organisasi dan manajemen adalah manusia. Sumberdaya manusia merupakan motor penggerak segala konsep dan ide serta implementasi perwujudan ide tersebut dengan mendayagunakan segala potensi lain yang dimiliki. Sumberdaya manusia menjadi barometer kemajuan ataupun kemunduran suatu prestasi organisasi.

Senin, 16 Maret 2009

FUNGSI MASJID


oleh Firman Nugraha

Pendahuluan
Keberadaan masjid sebagai suatu institusi peribadatan dalam suatu komunitas muslim merupakan keniscayaan. Namun demikian, keberadaanya belum menampakan suatu fungsi dan perannya yang signifikan dalam pembinaan umat Islam. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kasus masyarakat, bahwa tak jarang masalah- masalah penyakit masyarakat lahir dan besar dari lingkungan yang di dalamnya terdapat sebuah masjid. Dalam perjalanan sejarah Islam, masjid menjadi pusat kegiatan umat Islam, baik dalam aspek pemeberdayaan nilai-niali ibadah mahdloh (mikro) maupun hal-hal yang berhubungan dengan ibadah sosial (ghayr mahdloh— makro). Bahan ajar ini berupaya menampilkan suatu watak masjid yang memuat fungsi dasarnya dalam proses pembinaan umat.