Sebagaimana diatur dalam Permenkowasbangpan nomor 54 tahun 1999, bahwa tenaga penyuluh agama adalah bagian dari tenaga fungsional yang ada di Kementerian Agama RI. Dan, sebagi bagian dari insan kepemerintahan kinerja seorang penyuluh agama salah satunya diketahui dari adanya laporan kegiatan yang telah dilakukan berdasarkan perencanaan awal. Kiranya pedoman berikut dapat membantu para tenaga penyuluh agama dalam melakukan pelaporan tugasnya. Klik disini untuk mengunduhnya.
Senin, 16 Januari 2012
Selasa, 22 November 2011
Teknik Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan Penyuluhan Agama
Saudara-saudara para penyuluh agama, kegiatan kita sedikit banyak berbeda dengan mitra kita para kyai atau ustadz yang sama sama bergerak dalam dakwah. Kaitannya dengan status kepegawaian kita sebagai bagian dari PNS, maka setiap gerak kegiatan yang telah direncanakan tentu harus ada evaluasi dan pelaporan kegiatannya. Tahapan ini selain sebagai wujud kinerja kita juga merupakan jejak penting bagi pemerintah untuk melihat gradasi pembangunan keagamaan yang menjadi amanat Kementerian Agama. Berikut ini kami sajikan modul terkait dengan Teknik Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan Penyuluhan Agama ini. Silahkan klik disini untuk mengunduhnya. Semoga bermanfaat.
Wajah baru dalam performa Diklat Teknis
Terbitnya PerKaLAN nomor 13,14 dan 15 tahun 2011 memberikan sebuah wajah baru dalam dunia pendidikan dan pelatihan. Lebih khsusu bagi Kementerian Agama adanya regulasi ini menjadi jawaban dari pertanyaan saya sendiri dalam blog ini dengan judul "sudah tepatkah penjenjangan dalam diklat teknis?". Saya tidak menggugat keberadaan diklat teknis yang dijenjangkan, alih-alih mencoba menemukan formula yang tepat dalam kerangka memberikan pelayanan bagi pegawai Kementerian Agama untuk meningkatkan kompetensi teknis dan fungsional mereka.
Rabu, 24 Agustus 2011
PENJENJANGAN DALAM DIKLAT TEKNIS SUDAH TEPATKAH?
Jawaban terhadap pertanyaan sekaligus judul di atas mungkin tepat atau juga tidak tepat. Lebih jauh dapat ditelusuri siapakah peserta diklat teknis itu? Jawabnya adalah tenaga pendidikan (guru dan dosen) serta pelayan keagamaan. Dan diketahui bahwa guru dan dosen adalah pejabat fungsional. Demikian pula halnya jabatan penyuluh dan penghulu dalam konteks pelayan keagamaan adalah pejabat fungsional yang merupakan khas Kementerian Agama. Namun demikian, dalam konteks kediklatan mereka dikategorikan menjadi tanggungjawab penyelenggara diklat teknis. Kaitan dengan hal itu, maka bisa dikatakan tepat jika (beberapa) diklat teknis dijenjangkan yakni untuk menjawab kompetensi mereka sesuai dengan tupoksi jabatannya sebagaimana berlaku dalam jabatan fungsional.
Kamis, 07 Juli 2011
Penyuluh juga BISA!!!
Pada awal penyelenggaraan DJJ di Kementerian Agama, khususnya BDK Bandung pernah terbersit ketidakyakinan bahwa Diklat Jarak Jauh bagi Penyuluh dapat diselenggarakan. Beberapa pemikiran yang muncul adalah apakah mereka secara personal sudah mampu mengakses teknologi informasi? Apakah sudah tersedia alat yang mendukung bagi mereka? Apakah bahan ajar (modul) sudah lengkap? Apakah Widyaiswaranya mampu untuk menjadi tutor?
Selasa, 21 Juni 2011
DJJ Penyuluh siapa pesertanya?
Sungguh luar biasa, sebagai program yang pertama kali di gelar untuk para tenaga fungsional penyuluh keagamaan, peminatnya sangat banyak. Di sebut sangat banyak karena melebih harapan yang sesungguhnya hanya diperlukan 30 orang saja. Saat ini yang masuk ke meja pendaftaran mencapai 82 orang dan masih terus mungkin bertambah.
Strategi Bimbingan dan Penyuluhan Agama
Penyuluh Agama akan berhadapan dengan beragam karakteristik sasaran baik secara kelompok maupun pribadi. Secara sosiologis kita mengenal tipologi masyarakat seperti perotaan, pedesaan, terpencil dan lain sebagainya. Bagaimana kita selaku penyuluh agama berhadapan dengan mereka? semoga modu berikut dapat membantu saudara dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Klik disini untuk mengunduhnya.
Senin, 20 Juni 2011
Info Pendampingan
Setelah pada tahun 2010 melakukan piloting di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung di mana masing-masing lokusnya adalah Kecamatan Ujung Berung dan Kecamatan Cileunyi, maka pada tahun 2011 ini program pendampingan ini semakin di matangkan dan di perluas areanya ke luar wilayah terdahlu. Tahun 2011 ini, fokus utamanya adalah pendampingan materi KTI, tentu saja tidak menutup peluang materi lainnya. Konsep program ini adalah seorang widyaiswara penyuluh agama mendampingi sedikitnya lima orang penyuluh agama di daerah dalam materi terpilih.
Berbeda dengan program pelatihan lainnya dimana calon peserta adalah ditugaskan (seperti diklat reguler dan DDTK) maka pada program ini dituntut kemandirian penyuluh agama (seperti halnya dalam DJJ) untuk mengajukan proposal kesediaan untuk didampingi. Proposal dapat dibuat sendiri (tentu mewakili teman lainnya) atau oleh koordinatoriat (pokjaluh).
Mengingat program ini bersifat mandiri, maka dalam hal ini perlu diketahui bersama para peserta pendampingan tidak memperoleh akomodasi melainkan suatu pengetahuan dan pengalaman bersama tentang materi yang ingin didampingi. Dan, disaat yang sama, para peserta pendampingan tidak perlu memikirkan biaya para widyaiswara untuk datang ke tempat pendampingan.
Berbeda dengan program pelatihan lainnya dimana calon peserta adalah ditugaskan (seperti diklat reguler dan DDTK) maka pada program ini dituntut kemandirian penyuluh agama (seperti halnya dalam DJJ) untuk mengajukan proposal kesediaan untuk didampingi. Proposal dapat dibuat sendiri (tentu mewakili teman lainnya) atau oleh koordinatoriat (pokjaluh).
Mengingat program ini bersifat mandiri, maka dalam hal ini perlu diketahui bersama para peserta pendampingan tidak memperoleh akomodasi melainkan suatu pengetahuan dan pengalaman bersama tentang materi yang ingin didampingi. Dan, disaat yang sama, para peserta pendampingan tidak perlu memikirkan biaya para widyaiswara untuk datang ke tempat pendampingan.
Sabtu, 14 Mei 2011
Menulis yang menyenangkan
Pernahkan ketika kita membaca sebuah tulisan (karya orang lain tentunya) kita terlintas sauatu pemikiran "Kalo cuman segitu, aku juga bisa". Teman, ini adalah modal dasar kita. Namun yang sering kita lupakan adalah ketika gagasan itu muncul kita tidak pernah mendokumentasikannya dalam media tulisan. Sehingga ide cemerlang itu lewat begitu saja tanpa kita sempat memanfaatkannya menjadi sesuatu yang jauh lebih bermakna ketimbang sekedar mencemooh.
Selasa, 10 Mei 2011
Seputar Menulis
Sejak tahun 2009 saya berbagi dengan teman teman penyuluh tentang tulis menulis baik yang agak serius dengan judul mentereng Teknik Menyusun Karya Tulis Ilmiah maupun dengan gaya yang lebih ringan. sepanjang itu pula saya banyak berguru kepada mereka (karena saya sendiri bukan berarti jago dalam bidang ini, cuma senang saja). Banyak sudah (dan mungkin masih akan bertambah) kesempatan untuk berbagi pengalaman ini dengan teman-teman penyuluh agama baik ketika saya harus menyampaikannya dalam acara Diklat di Tempat Kerja (DDTK) maupun ketika mereka yang dipanggil ke Balai Diklat Keagamaan Bandung.
Info DJJ Penyuluh Agama
Bagi anda teman-teman para tenaga penyuluh agama di Propinsi Jawa Barat mulai sekarang anda dapat mendaftarkan diri untukmenjadi peserta Diklat Jarak Jauh Penyuluh Agama di Balai Diklat Keagamaan Bandung. DJJ ini setara dengan Diklat Tingkat Dasar. informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi blog ini atau kirim data anda melalui e-mail ke n_firman@yahoo.co.id. terimakasih.
Rabu, 20 April 2011
Shaum dan revitalisasi kesabaran
Bulan Ramadhan pertama pasca hijrah umat Islam tidak kering dari ujian keimanan, perang Badr pecah antara umat islam dengan kaum musyrikin Quraisy. Dalam peristiwa itu, Hamzah yang juga dijuluki Singa Allah harus syahid dalam mempertahankan Agama Allah, lain dari itu kondisi tubuhnya sungguh mengenaskan bekas tebasan tidak terbilang, juga harus menerima sumpah Hindun yang merenggut jantungnya dan memperlakukannya dengan tidak semestinya.
Kamis, 14 April 2011
Pelatihan ISO di BDK Bandung
Dalam rangka merelaisasikan visi Balai Diklat Keagamaan Bandung yakni terselenggaranya pelatihan bagi pegawai Kementerian Agama di Propinsi Jawa Barat yang terstandar ISO. BDK Bandung mulai dari tanggal 14-15 April 2011 diselenggarakan pelatihan ISO bagi 25 orang pegawai. Peserta meliputi unsur widyaiswara, staf di Tata USaha dan staf di setiap Seksi Diklat baik Administrasi maupun Teknis Keagamaan.
Hadir sebagai narasumber adalah tim konsultan dari Mantec Consulting. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan ke depan setiap penyelenggaraan Pelatihan di BDK Bandung memenuhi standar ISO 9001-2008 sehingga mampu menjaga mutu layanan dan output kediklatan.
Langganan:
Postingan (Atom)


