Jumat, 18 Juli 2014

KERANCUAN MEMAHAMI KONSEP ‘TEKNIS’ DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENILAIAN ANGKA KREDIT WIDYAISWARA


oleh Firman Nugraha
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna ‘Teknis’ pada setiap konteks gramatika yang dalam nomenklatur yang berlaku dalam Diklat. Suatu konsep tertentu dalam analisis makna dapat menampilkan makna ganda, hal ini akibat perbedaan hubungan konsep dengan konteks.  Demikian pula halnya dengan konsep ‘Teknis’ dalam lingkungan Diklat di Kementerian Agama. Perbedaan memahami konsep ‘Teknis’ dapat berimplikasi pada perbedaan cara menentukan angka kredit yang diajukan widyaiswara atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.
Kata Kunci : Angka Kredit, Widyaiswara, Jabatan Fungsional.

Senin, 07 Juli 2014

Dari AKD ke Pelaksanaan Diklat: Kajian penyelenggaran AKD di Balai Diklat Keagamaan Bandung dalam tinjauan Teori Goldstein


Analisis Kebutuhan Diklat yang selanjutnya disingkat AKD menjadi dasar yang penting bagi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur, termasuk di Kementerian Agama. 

Minggu, 15 Juni 2014

Contoh Instrumen Identifikasi Potensi Wilayah Atau Kelompok Sasaran

Salahsatu mata diklat dalam program diklat Penyuluh Agama Fungsional Ahli Pertama adalah Teknik Identifikasi Potensi Wilayah atau Kelompok Sasaran. Untuk mampu melakukan identifikasi maka diperlukan alat bantu yaitu instrumen identifikasi. Silahkan klik link berikut untuk mengunduh contoh instrumennya.

Minggu, 01 Juni 2014

JALAN CAGAK


Sora khotib ngagalindeng “man amana billahi wal yaumil akhir, qul khoiron au liyasmut-mun aranjeun ngaku iman ka Allah jeung poé akhir, mangka ngomong nu hadé atawa mending jempé”
Kadéngé deui sora Arman, “Pa, kieu yeuh… ieu isu nu kuurang diangkat dina biantara énjing, nu penting rahayat asa kawakilan sorana, tapi abdi gé tos ngobrol sareng si boss, anjeuna sayaga modal awal cenah nu penting ké dina jadina proyék ka manéhna” (22 Maret 2012)

Kamis, 17 April 2014

Bahan Tayang Diklat Kerukunan

Sudah dua tahun sekarang saya berkesempatan menemani para tokoh agama dalam pelatihan penggerak kerukunan. Beberapa bahan tayang yang saya sampaikan ingin saya bagikan disini. Silahkan unduh dengan mengklik link pada judul-judul berikut:
1. Konsep Kerukunan Umat Beragama
2. Strategi Pemberdayaan FKUB
3. Kode Etik Penyiaran Agama
4. Faktor Integrasi Umat Beragama
5. Faktor Penyebab Konflik
6. Analisa dan Pencegahan Konflik
7. Teknik Penyelesaian dan Pemulihan Konflik
8. Etika kerukunan Umat Beragama
Semoga bermanfaat

Minggu, 13 April 2014

Nu Balik Malem Lebaran

Leuseuh da puguh lalampahan jauh, jaba tiris kabina-bina abong janari usum katiga.
Sagala rasa kaubaran basa anjog panto aya nu mukakeun, geus titadi siganamah manéhna nungguan.
Tuh enya manéhna kaluar. Teu kawawa sono, komo basa sakolépat nempo si bungsu keur narima telepon, ti akina kitu? “Mamaaaah” Kadéngé budak ngageroan indungna. “Ieu aya telepon ti Ua”.
Oh geuning ki Lanceuk nu nelepon téh. Aéh heueuh kamana nya, naha teu bareng pan inditmah reureujeungan.
“Halow, …Kumaha?... Gustiiiiii! Telepon ngulapés nu narimana sigana kapiuhan.
Panasaran nya ngomong naon ki lanceuk téh. Kadéngé halon aya kénéh sora, “Sabar nyai, geus titis tulisna meureun, ayeuna gé akang di rumah sakit kénéh da sarua sa beus atuh nyuksruk di Godebag”.

Jumaah, 2 Agustus 2013

Senin, 24 Maret 2014

Teknik Penyusunan Instrumen Identifikasi Potensi Wilayah atau Kelompok Sasaran

Kegiatan identifikasi potensi wilaya atau kelompok sasaran merupakan kegiatan pendahuluan dari seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan. Karena itu Kementerian Agama telah menyusun modul terkait dengan kompetensi tersebut. Silahkan unduh disini untuk dipelajari lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

Senin, 09 Desember 2013

STRATEGI PENYULUHAN AGAMA MELALUI PENTAS (Sebagai Sutradara)

Bagi Penyuluh Agama Ahli Muda, salah satu strategi yang diharapkan dapat dilakukan adalah melalui pementasan. Strategi ini dalam rangka mendekatkan dengan kultur dan kondisi psikologis jamaah. Silahkan unduh disini untuk mempelajari modul terkait.

Rabu, 28 Agustus 2013

POLA

Apa yang membuat suatu karya memiliki perbedaan penyebutan secara spesifik meskipun ia memiliki beberapa kriteria umum yang sama? Jawabannya adalah pola. Jika anda disajikan sebuah pola tertentu untuk dijahitkan maka hasil jahitan anda memiliki nama spesifik, apakah ia disebut kemeja, jas atau jaket. Bukan ia masih mewakili konsep pakaian? Tetapi ia memiliki ciri khusus yang menjadikannya memiliki sebutan berbeda. itulah pola!
Konsep ini berlaku pula pada penyusunan karya tulis. Menulis secara umum sama saja pengertiannya yakni menuangkan gagasan secara tertulis dan tentu memenuhi kaidah penulisan umumnya. Namun demikian, ketika dikatakan menyusun karya tulis artinya tulisan anda mengikuti pola tertentu yang menjadikannya memiliki ciri khas sehingga suatu karya tulis disebut memiliki nuansa ilmiah, atau sekedar bahan ajar untuk suatu pertemuan pembelajaran. Demikian pula halnya dalam penyusunan bahan materi penyuluhan agama.
Konsep ini saya sampaikan dalam pertemuan dengan teman teman Penyuluh Agama Katolik di Hotel Papyrus Bogor tanggal 26 Agustus 2013 tempo hari. Dalam kesempatan tersebut saya sangat banyak belajar dari mereka. Bagaimanapun, ketika saya berdiri di depan teman teman peserta, Saya bukanlah satu satunya sumber belajar, merekapunmerupakan sumber belajar yang baik.
Saya berharap masih bisa berbagi dengan siapapun sesama teman teman penyuluh Agama untuk bersama sama membangun negeri ini. Klik disini untuk mengunduh modul KTI bagi Penyuluh Agama

Selasa, 25 Juni 2013

Psikologi Sosial

Kita sering melalui beragam peristiwa sosial. Sebagai bagian dari peristiwa itu kadang kita tidak menyadari mengapa, dan bagaimana peristiwa tersebut dapat berlangsung. Sains, memberikan sumbangan pengetahuan untuk membedah berbagai gejala peristiwa sosial tersebut dalam Psikologi Sosial. Diantara buku yang dapat dibaca adalah Social Psychology karya Hogg. Unduh disini untuk membacanya.

Rabu, 08 Mei 2013

MEMBANGUN KOMITMEN, LOYALITAS DAN KEPUASAN MELALUI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL


Moch. Fachrurozy

Abstract
There are two paradigms we can found when discussing about leadership; those are transactional and transformational leadership. This paper is to examine the contribution of transformational leadership to commitment and its concomitants of involvement, loyalty, and satisfaction. I also consider the mechanisms underlying the process. Although transformational leadership clearly affects the performance of work groups and organizations, the strongest effects of transformational leadership seem to be on followers’ attitudes and their commitment to the leader and the organization. Moreover, it may be that it is the extraordinary commitment of followers of transformational leaders that underlies the exceptional performance of many groups led by transformational leaders.