Rabu, 08 Mei 2013

MEMBANGUN KOMITMEN, LOYALITAS DAN KEPUASAN MELALUI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL


Moch. Fachrurozy

Abstract
There are two paradigms we can found when discussing about leadership; those are transactional and transformational leadership. This paper is to examine the contribution of transformational leadership to commitment and its concomitants of involvement, loyalty, and satisfaction. I also consider the mechanisms underlying the process. Although transformational leadership clearly affects the performance of work groups and organizations, the strongest effects of transformational leadership seem to be on followers’ attitudes and their commitment to the leader and the organization. Moreover, it may be that it is the extraordinary commitment of followers of transformational leaders that underlies the exceptional performance of many groups led by transformational leaders.

Selasa, 23 April 2013

IDENTITAS ULIL AMRI

oleh Firman Nugraha

Pendahuluan
Pemimpin dan kepemimpinan menjadi isu penting kaitannya dengan dinamika kemasyarakatan. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin dalam memimpin suatu kelompok, baik terorganisasi maupun  tidak. Peranannya sangat penting, mengingat pemimpin adalah sentral figur dalam kelompok tersebut. Pemimpin menjadi barometer keberhasilan kelompok dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemberian motivasi, pengawasan sehingga tercapainya tujuan-tujuan bersama dalam kelompok tersebut. Dengan demikian, kepemimpinan yang baik dapat meningkatkan kemampuan bawahan untuk menunjukan kualitas kerja secara maksimal, sehingga pencapaian tujuan dapat dilakukan secara efesien dan efektif.

Rabu, 13 Maret 2013

Paparan Perubahan Kurikulum Nasonal

Perubahan Kurikulum dengan identitas Kurikulum 2013 bagi Balai Diklat Keagamaan Bandung menjadi bagian dari program penting agar para guru dan madrasah di Kementerian Agama Propinsi Jawa Barat tidak ketinggalan informasi. Untuk itu sebagai lembaga yang bertanggunjawab dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik di Kementerian Agama Propinsi Jawa Barat, Balai Diklat Keagamaan Bandung pada tanggal 13 Maret menyelenggarakan seminar sehari dengan menghadirkan narasumber dari Puskurbuk Kemendikbud dan pejabat berwenang dari Kementerian Agama.
Bagi teman-teman yang memerlukan bagian dari tayangan seminar tersebut dapat mengunduhnya disini.

DJJ PENYULUH AGAMA JILID II


Setelah sempat absen pada tahun 2012, kini di tahun 2013 Balai Diklat Keagamaan Bandung kembali membuka progam Diklat bagi Penyuluh Agama dengan model Pembelajaran Jarak Jauh. Pada tahun 2011 peminat (pendaptar) cukup banyak, kiranya mereka yang belum terakomodir pada tahun 2011 dapat menjadi prioritas pada tahun 2013 ini.
Bagi anda Penyuluh Agama di wilayah tugas Kementerian Agama Propinsi Jawa Barat yang belum pernah atau belum mendapat alokasi Diklat reguler yang diasramakan, dapat juga mendaptar pada program ini. Program ini terutama ditujukan kepada mereka yang cukup melek dengan teknologi danmemiliki self regulated learning yang tinggi.

Rabu, 13 Februari 2013

Pedoman Penilaian Angka Kredit PA

Beberapa teman-teman penyuluh kadang "merasa kesulitan dalam melaporkan kegiatannya terutama berkenaan dengan perolehan Angka Kredit terkait persyaratan naik pangkat dan jabatan. Pedoman berikut mudah-mudahan dapat membantu teman-teman penyuluh dalam melakukan estimasi kebutuhan Angka Kredit dan cara menyusunnya. Silahkan klik disini untuk mengunduhnya.

Senin, 14 Januari 2013

Pedoman Pembentukan Kelompok Sasaran PA

Dewasa ini masih terdapat teman-teman penyuluh yang memanfaatkan kelompok jamaah binaan yang sudah terbentuk sebelumnya sebagai lahan tugas. Namun demikian sesungguhnya harapan terbesar bagi teman-teman penyuluh adalah menyisir anggota masyarakat yang belum terjamah oleh kelompok binaan baik pemerintah maupun masyarakat. Inilah pedoman yang dapat dijadikan rujukan yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

Silahkan klik disini untuk mengunduhnya.

Senin, 23 Juli 2012

CITRA PEREMPUAN DALAM BUDAYA SUNDA

Bagaimanakah kedudukan wanita di Jawa Barat? Khususnya dalam perspektif budaya Sunda? Setidaknya ada dua pandangan yang berlawanan tentang hal ini. Pertama mereka yang memandang bahwa Budaya Sunda sangat menghormati kedudukan wanita, dan kutub berikutnya yang secara ekstrim menunjukkan bahwa wanita Sunda seringkali terpojokkan pada satu posisi yang lebih buruk mengenai citra dirinya.

Kurang Nyusu

Bubar Jumaahan barudak tinglaliud hareupeun kios vcd bajakan nu lolobana ngajual kasét video klip amatiran. Loba pisan “penggemarna”  video klip nu kitumah, dalah mun aya dina nu hajatan gé rajeun sok pada ngajugjugan pajarkeun téh itung-itung ronggéng baheula.
Beuki meuweuhna jelema nu resep nongton kana sarupaning orat nu diobral, ceuk si Adun mah etatéh masalah nu gedé kacida jeung jelas éfistemologina cenah semu édég. Barudak bengong nempo pamolah si Adun nu siga kacalikan téh.

“Déngékeun siah”, cenah.  “Da lamun silaing kabéh nyusuna parat dua taun mah can tangtu pakokolot resep untap intip jeung tuang toong, komo ngahajakeun nempokeun orat mah”. “Pédah ilaing nyusuna parebut jeung bapa manéh, atawa dihilian ku susu sapi tah balukarna iliaing pan resep pisan kana paoratan téh, antukna nagara kacow, malah pamaréntah kudu nyieun satgas sagala, da di lembur déwék mah baheula satgas téh kumendan hangsip. (16 Maret 2012)

Rabu, 27 Juni 2012

WANITA ISLAM DALAM KELUARGA DAN KARIR

Kartini di masanya telah menorehkan gagasan cemerlang untuk kebangkitan kaum perempuan di lingkungan keratonnya. Sartika secara lebih konkrit telah membangun kiprah nyata melalui pendirian sekolah-sekolah untuk kaum perempuan di Bandung. Cut Nyak Dien dan Cut Nyak Meutia secara nyata turut angkat senjata bahu membahu dengan Teuku Umar melawan kolonialisme di Aceh. Nama-nama itu hanya bagian kecil yang telah kita kenal atas kiprah wanita dalam kehidupan sosial. Lebih jauh di masa Nabi, Khadijah, Aisyah mereka adalah diantara Ummul Mukminin yang turut serta menegakkan syiar Islam di periode awal.


Senin, 28 Mei 2012

Perencanaan Kegiatan Masjid

Masjid bukan lagi sebuah institusi keagamaan yang dapat dibiarkan dan berjalan seadanya. Mesjid memiliki beragam fungsi ganda. Mesjid bukan hanya sarana beribadah secara mahdloh melainkan juga beribadah secara lebih luas memasuki wilayah sosial horizontal. Kaitannya dengan fungsi-fungsi sosial ini maka para pengelola maupun pembinanya dituntut memiliki wawasan meskipun serba sedikit tentang manajemen masjid. Diantara fungsi dasar dalam manajemen masjid ini adalah perencanaan kegiatan masjid. Kiranya modul berikut dapat membantu para pengelola dan pembina masjid dalam memahami perencanaan kegiatan masjid tersebut. Silahkan unduh disini untuk membacanya.

Kamis, 19 April 2012

MADZHAB TAFSIR


Oleh : Shohib[2]

A. Pendahuluan
            Madzhab tafsir al-Qur’an merupakan salah satu tema besar yang mengkaji mengenai berbagai upaya kelompok atau individu untuk menegakan kitab suci, bagaimana setiap diri mereka berusaha memahami dan menginterpretasi setiap makna kata sehingga satu kata memiliki ragam tafsir dan pemahaman dan tendensi kepentingan yang diusung oleh penafsirnya. Tafsir dalam khazanah intelektual muslim tidak terlepas dari latar belakang pemahaman, tujuan dan tendensi tertentu. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam produk tafsir al-Qur’an yang berkembang. Dalam kalangan terbatas ada yang melarang menafsirkan apalagi menakwilkan kitab suci karena telah dianggap memanipulasi kalam Allah, meskipun akhirnya mayoritas umat islam mengakui dan menyepakati satu bentuk kitab suci, yaitu Mushaf Utsmani, tetapi pemahamannya sangat beragam.

Selasa, 06 Maret 2012

TUJUAN DAKWAH

TUJUAN DAKWAH[1]
Oleh : Shohib[2]

Hakikat dakwah merupakan usaha seruan atau ajakan kepada kesadaran atau mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna menurut ajaran Islam baik terhadap pribadi maupun masyarakat. Dengan  kalimat lain dakwah merupakan usaha orang beriman untuk mewujudkan Islam dalam segi kehidupan baik terhadap individu, keluarga, masyarakat. Dakwah merupakan aktualisasi iman dan kewajiban serta tugas suci  setiap muslim sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas masing-masing.


Selasa, 14 Februari 2012

Pedoman Identifikasi Wilayah PA

Kegiatan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi seorang penyuluh agama memperlihatkan karakteristik kerja yang sistematis dan terukur. Dasar pelaksanaan tugas tersebut dimulai dari adanya informasi yang akurat mengenai potensi sumberdaya lingkungan yang ada di wilayah sasaran binanya. Sebagai bekal pertama kiranya pedoman berikut dapat membantu para tenaga penyuluh agama dalam pelaksanaan tupoksi tersebut. Silahkan klik disini untuk mengunduhnya