Analisis Kebutuhan Diklat yang
selanjutnya disingkat AKD menjadi dasar yang penting bagi penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan bagi aparatur, termasuk di Kementerian Agama.
Senin, 07 Juli 2014
Rabu, 18 Juni 2014
Minggu, 15 Juni 2014
Contoh Instrumen Identifikasi Potensi Wilayah Atau Kelompok Sasaran
Salahsatu mata diklat dalam program diklat Penyuluh Agama Fungsional Ahli Pertama adalah Teknik Identifikasi Potensi Wilayah atau Kelompok Sasaran. Untuk mampu melakukan identifikasi maka diperlukan alat bantu yaitu instrumen identifikasi. Silahkan klik link berikut untuk mengunduh contoh instrumennya.
Minggu, 01 Juni 2014
JALAN CAGAK
Sora khotib ngagalindeng “man
amana billahi wal yaumil akhir, qul khoiron au liyasmut-mun aranjeun ngaku
iman ka Allah jeung poé akhir, mangka ngomong nu hadé atawa mending jempé”
Kadéngé deui sora Arman,
“Pa, kieu yeuh… ieu isu nu kuurang diangkat dina biantara énjing, nu
penting rahayat asa kawakilan sorana, tapi abdi gé tos ngobrol sareng si boss,
anjeuna sayaga modal awal cenah nu penting ké dina jadina proyék ka manéhna”
(22 Maret 2012)
Kamis, 17 April 2014
Bahan Tayang Diklat Kerukunan
Sudah dua tahun sekarang saya berkesempatan menemani para tokoh agama dalam pelatihan penggerak kerukunan. Beberapa bahan tayang yang saya sampaikan ingin saya bagikan disini. Silahkan unduh dengan mengklik link pada judul-judul berikut:
1. Konsep Kerukunan Umat Beragama2. Strategi Pemberdayaan FKUB
3. Kode Etik Penyiaran Agama
4. Faktor Integrasi Umat Beragama
5. Faktor Penyebab Konflik
6. Analisa dan Pencegahan Konflik
7. Teknik Penyelesaian dan Pemulihan Konflik
8. Etika kerukunan Umat Beragama
Semoga bermanfaat
Rabu, 16 April 2014
Bahan Tayang Diklat Penyuluh Agama
Berikut saya lampirkan link untuk mengunduh materi atau bahan tayang yang biasa saya gunakan dalam diklat Penyuluh Agama.
Semoga manfaat.
Minggu, 13 April 2014
Nu Balik Malem Lebaran
Leuseuh da puguh lalampahan jauh, jaba tiris kabina-bina
abong janari usum katiga.
Sagala rasa kaubaran basa anjog panto aya nu mukakeun, geus titadi
siganamah manéhna nungguan.
Tuh enya manéhna kaluar. Teu kawawa sono, komo basa sakolépat
nempo si bungsu keur narima telepon, ti akina kitu? “Mamaaaah” Kadéngé budak
ngageroan indungna. “Ieu aya telepon ti Ua”.
Oh geuning ki Lanceuk
nu nelepon téh. Aéh heueuh kamana nya, naha teu bareng pan inditmah
reureujeungan.
“Halow, …Kumaha?... Gustiiiiii! Telepon ngulapés nu narimana
sigana kapiuhan.
Panasaran nya ngomong naon ki lanceuk téh. Kadéngé halon aya
kénéh sora, “Sabar nyai, geus titis tulisna meureun, ayeuna gé akang di rumah
sakit kénéh da sarua sa beus atuh nyuksruk di Godebag”.
Jumaah, 2 Agustus 2013
Senin, 24 Maret 2014
Teknik Penyusunan Instrumen Identifikasi Potensi Wilayah atau Kelompok Sasaran
Kegiatan identifikasi potensi wilaya atau kelompok sasaran merupakan kegiatan pendahuluan dari seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan. Karena itu Kementerian Agama telah menyusun modul terkait dengan kompetensi tersebut. Silahkan unduh disini untuk dipelajari lebih lanjut. Semoga bermanfaat.
Senin, 09 Desember 2013
STRATEGI PENYULUHAN AGAMA MELALUI PENTAS (Sebagai Sutradara)
Bagi Penyuluh Agama Ahli Muda, salah satu strategi yang diharapkan dapat dilakukan adalah melalui pementasan. Strategi ini dalam rangka mendekatkan dengan kultur dan kondisi psikologis jamaah. Silahkan unduh disini untuk mempelajari modul terkait.
Rabu, 28 Agustus 2013
POLA
Apa yang membuat suatu karya memiliki perbedaan penyebutan secara spesifik meskipun ia memiliki beberapa kriteria umum yang sama? Jawabannya adalah pola. Jika anda disajikan sebuah pola tertentu untuk dijahitkan maka hasil jahitan anda memiliki nama spesifik, apakah ia disebut kemeja, jas atau jaket. Bukan ia masih mewakili konsep pakaian? Tetapi ia memiliki ciri khusus yang menjadikannya memiliki sebutan berbeda. itulah pola!
Konsep ini berlaku pula pada penyusunan karya tulis. Menulis secara umum sama saja pengertiannya yakni menuangkan gagasan secara tertulis dan tentu memenuhi kaidah penulisan umumnya. Namun demikian, ketika dikatakan menyusun karya tulis artinya tulisan anda mengikuti pola tertentu yang menjadikannya memiliki ciri khas sehingga suatu karya tulis disebut memiliki nuansa ilmiah, atau sekedar bahan ajar untuk suatu pertemuan pembelajaran. Demikian pula halnya dalam penyusunan bahan materi penyuluhan agama.
Konsep ini saya sampaikan dalam pertemuan dengan teman teman Penyuluh Agama Katolik di Hotel Papyrus Bogor tanggal 26 Agustus 2013 tempo hari. Dalam kesempatan tersebut saya sangat banyak belajar dari mereka. Bagaimanapun, ketika saya berdiri di depan teman teman peserta, Saya bukanlah satu satunya sumber belajar, merekapunmerupakan sumber belajar yang baik.
Saya berharap masih bisa berbagi dengan siapapun sesama teman teman penyuluh Agama untuk bersama sama membangun negeri ini. Klik disini untuk mengunduh modul KTI bagi Penyuluh Agama
Selasa, 25 Juni 2013
Psikologi Sosial
Kita sering melalui beragam peristiwa sosial. Sebagai bagian dari peristiwa itu kadang kita tidak menyadari mengapa, dan bagaimana peristiwa tersebut dapat berlangsung. Sains, memberikan sumbangan pengetahuan untuk membedah berbagai gejala peristiwa sosial tersebut dalam Psikologi Sosial. Diantara buku yang dapat dibaca adalah Social Psychology karya Hogg. Unduh disini untuk membacanya.
Rabu, 08 Mei 2013
MEMBANGUN KOMITMEN, LOYALITAS DAN KEPUASAN MELALUI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL
Moch. Fachrurozy
Abstract
There are two paradigms we can found
when discussing about leadership; those are transactional and transformational
leadership. This paper is to examine the contribution of transformational
leadership to commitment and its concomitants of involvement, loyalty, and
satisfaction. I also consider the mechanisms underlying the process. Although
transformational leadership clearly affects the performance of work groups and
organizations, the strongest effects of transformational leadership seem to be
on followers’ attitudes and their commitment to the leader and the
organization. Moreover, it may be that it is the extraordinary commitment of
followers of transformational leaders that underlies the exceptional
performance of many groups led by transformational leaders.
Selasa, 23 April 2013
IDENTITAS ULIL AMRI
oleh Firman Nugraha
Pendahuluan
Pemimpin dan kepemimpinan menjadi isu penting kaitannya dengan dinamika kemasyarakatan. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin dalam memimpin suatu kelompok, baik terorganisasi maupun tidak. Peranannya sangat penting, mengingat pemimpin adalah sentral figur dalam kelompok tersebut. Pemimpin menjadi barometer keberhasilan kelompok dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemberian motivasi, pengawasan sehingga tercapainya tujuan-tujuan bersama dalam kelompok tersebut. Dengan demikian, kepemimpinan yang baik dapat meningkatkan kemampuan bawahan untuk menunjukan kualitas kerja secara maksimal, sehingga pencapaian tujuan dapat dilakukan secara efesien dan efektif.
Langganan:
Postingan (Atom)